Selasa, 02 Oktober 2012

SEJARAH BERDIRI

SEJARAH BERDIRI
Madrasah Aliyah “Mazro’atul Huda” Wonorenggo yang didirikan pada tahun 1979 oleh tokoh-tokoh ulama’ dan umaro’ dengan menggunakan nama “Mazro’atul Huda” merupakan lembaga pendidikan Islam tingkat menengah atas tertua diwilayah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak ini, berupaya dan berpartisipasi aktif melalui berbagai kiprah yang diprogramkan baik oleh Departemen Agama maupun oleh tuntutan masyarakat yang agamis dan dinamis.
Lembaga pendidikan MA Mazro'atul Huda yang dikelola oleh Lembaga Pendidikan Islam Mazro’atul Huda Wonorenggo dengan akte notaris nomor 14 tahun 1988 dan dibina oleh Departemen Agama serta hidup dan berkembang dalam satu atap dengan Madrasah Tsanawiyah “Mazro’atul Huda” Wonorenggo ini merupakan lembaga pendidikan Islam terpadu yang selalu berupaya untuk mampu menjawab tuntutan jamannya dengan tanpa melupakan jati dirinya sebagai lembaga yang Islami sehingga diharapkan akan menghasilkan generasi Islam yang beriman dan menguasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Berkatian hal tersebut diatas, Madrasah Aliyah yang tumbuh dan berkembang didesa Wonorenggo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak dengan menyadari adanya berbagai kekurangan merencanakan berbagai program pengembangan dan peningkatan mutu madrasah baik secara fisik sarana prasarana maupun tehnik edukatif, yang tentunya akan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan pemerintah.
Madrasah Aliyah Mazro'atul Huda merupakan madrasah dalam lembaga yang merupakan lembaga pendidikan terteua di kawasan Kecaatan Karanganyar. Dilihat dari data guru dan pegawai madrasah memiliki tenaga edukatif yang baik karena rata-rata berpendidikan sarjana. Lokasi madrasah juga sangat strategis sehingga mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum.
Selain itu madrasah yang sedang berkembang ini berupaya semaksimal mungkin untuk menambah fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, walaupun terkadang upaya tersebut terbentur dengan keterbatasan dana yang dimiliki madrasah.
Dengan jumlah siswa yang cukup banyak dan selalu meningkat setiap tahunnya menunjukkan bahwa keberadaan Madrasah Aliyah ini sangat diperhatikan oleh asyarakat sehingga antusias mereka untuk memasukkan putra-putri mereka sangat tinggi.

VISI DAN MISI

Visi
    Terwujudnya Generasi Sholih, Alim, Dan Terampil

Misi
  • Meningkatkan kualitas keimanan sesuai dengan prinsip Ahlussunnah Waljama’ah
  • Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT
  • Membina budipekerti sesuai prinsip-prinsip akhlaqul karimah
  • Meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ilmu-ilmu agama Islam
  • Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Membina berbagai life skill sebagai bekal kehidupan masa kini dan mendatang

Senin, 01 Oktober 2012

PERAN PRAKTIS SI DIGITAL SEBAGAI PENGGANTI SI MANUAL

PERAN PRAKTIS SI DIGITAL SEBAGAI PENGGANTI SI MANUAL

    Kadang kita menganggap barang yang kecil maka kecil pula manfaatnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman manusia menjadi semakin pintar dalam membuat hidup mereka menjadi lebih praktis. Seperti dengan adanya handphone, tasbih digital, Al-Qur’an digital, dan sebagainya.
    Handphone, barang yang sudah tidak asing bagi kita lagi, selain mempunyai manfaat untuk mengirim dan menerima kabar berita secara cepat malalui layanan SMS, MMS, e-mail maupun telepon handphone yang berfasilitaskan pengingat waktu atau dalam istilahnya ‘alarm’ sudah mampu menggeser kedudukan jam weker yang biasanya digunakan untuk mengingatkan kita bilamana ingin bangun pada waktu tertentu, misalkan bangun dini hari untuk sahur atau bangun tengah malam untuk melaksanakan salat lail.
    Dengan handphone pula kita bisa dengan lebih mudah mengetahui kabar sanak saudara yang berada ditempat yang jauh dengan kita. Seperti apabila kita mempunyai sanak saudara yang bekerja di luar negeri atau keluarga kita sedang menjalankan ibadah haji atau umrah dan kita sangat ingin mengetahui bagaimana kabar mereka sekarang juga, maka kita bisa memanfaatkan fasilitas international roaming. Dengan demikian, rindu kepada keluarga bisa terobati dalam waktu singkat dan perasaan menjadi tenang.
    Di handphone tipe tertentu ada juga yang menyediakan fasilitas Al-Qur’an digital, pada -Nokia- N70 misalnya (saya tidak bermaksud promosi). Dengan adanya fasilitas tersebut, kita tidak perlu repot-repot menenteng-nenteng Al-Qur’an berbentuk kitab dalam perjalanan kita. Apabila kita sedang ingin membaca Al-Qur’an maka kita cukup membuka aplikasi yang tersedia. Menyimpannya pun cukup mudah, malah saking praktisnya bisa ditaruh di saku. Kelebihannya lagi, karena Al-Qur’an digital ini terdapat di dalam handphone kita bisa membacanya kapanpun dan dimana pun. Di sekolah, di rumah, di taman, di kantor maupun di mall atau pasar swalayan bila kita mau melakukannya.
    Namun dibalik kepraktisannya, Al-Qur’an digital juga mempunyai kelemahan. Karena keberadaanya hanyalah sebagai aplikasi plengkap dalam sebuah handphone dan sangat bergantung pada baterai, maka disaat baterai handphone habis atau lowbatt istilahnya, secara otomatis kita tidak akan bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Kecuali bila baterai handphone dicharge dan telah mempunyai daya yang cukup maka kita bisa menikmati fasiltas tersebut kembali.
    Benda lain yang tidak kalah praktisnya adalah tasbih digital. Bentuknya yang mini hanya seukuran penghapus pensil, sangat praktis dan minimalis tempat. Bandingkan dengan tasbih manual yang terdiri mulai dari puluhan sampai seratus butir bijih tasbih, bila kita ingin membawanya ke suatu tempat kita harus menenteng terus, kalau tidak demikian kita mengkalungkannya dileher. Atau untuk tasbih yang jumlah bijihnya sedikit (dua  puluh lima butir) paling praktis kita cuma memakainya ditangan layaknya gelang. Sangat menyolok, bukan? Dan seumpama kita sedang di jalan lalu bertemu dengan umat lain selain muslim yang tidak tahu tasbih, ada kemungkinan kita bisa diejek atau disindir  karena memakai kalung aneh. Akibatnya kita menjadi malu dan minder untuk membawa tasbih dalam bentuk manual. Sungguh mubazir apabila kita hopeless berzikir kepada Allah hanya karena kita telah dicemooh karena bentuk tasbih kita.
    Maka tepatlah keberadaan tasbih digital yang memiliki bentuk agak mirip dengan stopwatch ini. Bila dengan tasbih manual kita menyelipkan bijih-bijih tasbih di antara jari tengah dan telunjuk lalu menggesernya satu per satu, untuk tasbih digital tidak demikian. Kita hanya perlu memencet tombol satu kali untuk satu kali hitungan. Kelebihan yang lain lagikita tidaj perlu kuatir lupa sudah sampai keberapa hitungan kita. Karena sudah terdapat LCD ysng menampilkanjumlah hitungan tasbih kita pada tiap sekali kita memencet tombol yang sudah terjelas diatas.
    Namanya juga barang buatan manusia. Tasbih digital ini juga sama halnya yang handphone  yang bergantung pada baterai. Namun baterai untuk tasbih digital adalah baterai untuk jam tangan yang sudah sering kita jumpai dipasaran. Layaknya barang-barang digital lainnya, apabila terkena air maka tidak menutup kemungkinan kalu tasbih digital akan rusak.
    Pemanfaatan tasbih digital dan Al-Qur’an digital tergantung dari diri kita selaku konsumen. Apakah lebih memilih tasbih manual atau tasbih digital yang praktis tempat penyimpanannya. Namun, seyogyanyalah kita sebagai warga muslim bersyukur dengan adanya penemuan tasbih dan Al-Qur’an digital. Kita harus bangga kepada muslimin-muslimat penemu barang kecil yang bermanfaat tersebut. Karena yang demikian insya Allah kita termasuk umat-Nya yang beriman dan umat yang selalu berusaha mengamalkan ilmunya untuk mendapatkan barang-barang yang bermanfaat. Amiin